Harden 31 min

Leave a Clean Handoff

Menutup sesi coding dengan branch state, evidence, risk, dan next action yang jelas.

Failure pattern

Agent selesai dengan patch, debug log tersisa, generated file berubah, test belum lengkap, dan catatan “mostly done.” Sesi berikutnya harus menebak mana yang intentional dan mana yang residue.

Incident: PR sebelum review

Agent memperbaiki invite acceptance. Patch utama bagus, tetapi ada console log, generated client diff, dan full auth suite belum dijalankan. Handoff hanya berkata “should be ready.”

Untuk reviewer, itu bukan handoff. Itu pekerjaan investigasi baru.

Harness principle

Clean handoff membuat sesi bisa direstart. Handoff harus mencatat current state, changed files, evidence, not done, known risks, residue, dan next action.

Operating practice

Handoff:

Current state:
- route patch complete
- focused invite test passes

Not done:
- full auth e2e suite
- staging-like verification

Residue:
- generated client diff appears pre-existing

Next action:
- confirm generated diff, then run full auth e2e

Bahasa ini bisa dilanjutkan tanpa menebak.

Coding-agent example

Harnessed agent tidak boleh menutup jika workspace state ambigu. Ia harus mengklasifikasi setiap residue: intentional change, temporary file removed, known unrelated diff, atau blocker.

Jika tidak bisa mengklasifikasi, tulis sebagai unknown. Unknown lebih baik daripada disembunyikan.

Common mistakes

Kesalahan pertama adalah memakai “mostly done.” Kesalahan kedua adalah tidak mencocokkan handoff dengan diff. Kesalahan ketiga adalah lupa next action.

Practical exercise

Ambil branch yang sedang berjalan. Tulis handoff yang membuat engineer baru bisa lanjut tanpa bertanya apa yang terjadi.

Key takeaways

  • Handoff adalah bagian dari reliability.
  • Branch state harus jujur.
  • Next action membuat kerja panjang bisa restartable.